Monday, 30 May 2016

MENGEJAR WAKTU HINGGA LUPA WAKTU






MENGEJAR WAKTU HINGGA  LUPA WAKTU
Oleh Sunarwan WS

Kutelesuri  jalan mencari sarangnya angin
Kuingin reguk kesejukan  dengan puas
Mungkin di sana ada sumber ketenangan dan kedamaian
Kan kubawa untuk memadamkan kobaran amarah
Yang semakin hilang arah

Friday, 20 May 2016

BIMBANG DALAM KEPUTUSASAAN



BIMBANG  DALAM  KEPUTUSASAAN
Oleh Sunarwan

Membakar batu bata dengan sekam
Asap mengepul putih hingga menjadi bara
Membara tak padam-padam hingga bata merah fijar
Kutatap dalam-dalam hingga menembus angan

Tuesday, 19 April 2016

IBU MANUSIA TERHORMAT LAGI MULIA



IBU MANUSIA TERHORMAT LAGI MULIA
Oleh Sunarwan

Tubuh lemah semakin lemah bertambah lemah
Tak pernah ada keluh, yang ada keikhalasan, pengorbanan, dan senyum penuh
Dari hari kehari dalam penantian, hingga sembilan bulan
Menyabung nyawa dalam perjuangan nyata ,kadang bersimbah darah
Tak ada kata menyerah dan marah dalam hati dan jiwamu

Friday, 15 April 2016

JANGAN MENJADI NEGERI KUTUKAN



JANGAN MENJADI NEGERI KUTUKAN
Oleh Sunarwan

Matahari berselimut awan gelap bergantung di angkasa raya
Gelap bumi tak ada fatamorgana, hilang cahaya
Tatkala benteng korupsi , kolusi dan nepotisme kokoh mengangkang
Membunuh segala talenta dan kareakter manusia
Prestasi-prestasi terkubur berganti prustasi penyandang segenap asa

Sunday, 13 March 2016

JAYALAH NEGERIKU INDONESIA



JAYALAH NEGERIKU INDONESIA
Oleh Sunarwan WS

Semangat Sumpah Gajah Mada
Semangat Sumpah Pemuda
Semangat Bung Tomo
Semangat Jenderal Sudirman
Semangat Patriotisme
Tetap bergelora dalam jiwa putra bangsa
Untuk menghancurkan korupsi, kolusi dan nafsu angkara

Tuesday, 8 March 2016

GADIS KECIL DENGAN GEROBAG

Pengalaman penulis pada pagi hari setelah sholat subuh berjalan kaki di kota Bandung melihat dan memperhatikan seorang gadis kecil menyapu emperan toko bekas tidurnya. Di sampingnya ada seorang bapak berkemas memasukkan kardus-kardus bekas alas tidurnya dalam senuah grobak. Peristiwa ini terjadi pada suatu hari pada bulan Oktober 2015. Puisi ini pertama berjudul " OKTOBER  2015 SESAAT USAI SUBUH" kemudian penulis ganti dengan judul " GADIS KECIL DENGAN GEROBAG". Berharap semoga puisi ini dapat menumbuhkan kepedulian sosial.
  
GADIS KECIL DENGAN GEROBAG

Oleh Sunarwan

Kulangkahkan kaki menelusuri jalan kota Bandung
Udara dingin menembus tulang sungsum hampir membekukan jantung
Kutatap gadis kecil menyapu emperan toko bekas ia tidur semalaman
Dia bukannya kembang putri malu
Bila tersentuh langsung tertidur seakan takut menentang zaman
Dia bunga masa depan yang mampu melawan kedzaliman

Thursday, 3 March 2016

PEMIKIRAN SEORANG GURU




PEMIKIRAN SEORANG GURU
Oleh Sunarwan

Tatkala aku bertekad menjadi seorang guru
Dulu aku berpikir, besok aku hendak mengajar apa
Kemudian aku berpikir, besok anak didikku bisa apa
Kemudian aku berpikir lagi ,besok anak didikku bisa menemukan dan mengembangkan apa
Kemudian aku berpikir lagi, besok anak didikku bisa menciptakan apa
Semoga Allah memberikan rahmat dan ridho-Nya
Bangsa dan negeriku jaya di tangan mereka
                                                                 ===***====
Bandar Lampung, 2 Maret 2016